Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Peristiwa ini terjadi pada Senin (19/2/2018) sore kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB. Mbah Marjuki ditemukan tergeletak di bawah pohon kelapa dengan kondisi sudah tak bergerak di kebunnya sendiri.

Peristiwa ini kali pertama diketahui oleh tetangganya bernama Madsukir (52). Saat ia melintas di sekitar kebun milik korban, tiba-tiba mendengar suara benda jatuh dengan keras. Karena curiga, ia langsung memeriksa sumber suara.

Betapa terkejutnya Madsukir, setelah mendapati Marjuki sudah dalam kondisi tergeletak di tanah. Ia pun langsung berteriak minta pertolongan.

“Warga yang datang kemudian membawa korban ke rumah anaknya tidak jauh dari lokasi. Namun saat dilakukan pengecekan, korban sudah tidak bergerak,” kata Kapolsek Kaligondang, AKP Imam Hidayat, Selasa (20/2/2018).

Polisi yang mednapat laporan juga langsung meluncur ke lokasi, untuk memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Pihaknya menduga korban meninggal karena terjatuh saat mengambil nira. Terlebih dari hasil pemeriksaan ditemukan luka memar di kepala bagian belakang. Luka tersebut diduga akibat terjatuh dari pohon dengan ketinggian 10 meter.Korban diduga terpeleset saat memanjat pohon. Apalagi saat kejadian cuaca sedang gerimis, sehingga pohon kelapa menjadi licin.”Dari pemeriksaan tim emdis Puskesmas Kaligondang, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Jenazah langsung kita serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.Dengan adanya kejadian tersebut, kapolsek mengimbau kepada warga agar lebih berhati-hati saat akan mengambil sadapan nira pada pohon kelapa. Saat kondisi gerimis atau hujan, diimbau untuk tidak memanjat pohon. Ini untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler