Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Proses pencarian di hari terakhir dipusatkan di sektor 1 yang agak jauh dari pusat longsor, dengan jumlah personel sekitar 150 orang. Tujuh orang yang belum ditemukan yakni Marsui, Suwirso, Haryanto, Wastim Wahyu, Rustam Rusyadi, Sujono, dan Darsip.

Kepala Basarnas Jawa Tengah, Noer Isrodin menyebut dalam proses pencarian di hari terakhir ini terhambat oleh kontur tanah yang lembek serta jumlah personel yang semakin berkurang.

Saat ini menurut dia, tim evakuasi hanya tersisa 150 orang. Sementara personel dari TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan pembersihan wilayah terdampak longsor. Sehingga proses pencarian difokuskan di sektor 1.

"Untuk sektor 2,3 dan 4 sudah ditutup, bahkan sejak beberapa hari lalu. Karena kemungkinan korban sudah terbawa aliran sungai atau lumpur ke sektor 1 (bawah)," katanya pada wartawan, Rabu (28/2/2018).

Ia juga mengakui pencarian di hari terakhir ini sudah tidak evektif. Terlebih dengan minimnya jumlah personel tim evakuasi.

Selain jumlah personel yang sedikit, kondisi medan juga menyulitkan petugas pencarian yang terjun ke lokasi longsor. Berbeda dengan longsor Banjarnegara, kondisi tanah di Salem termasuk lembek dan berlumpur."Kalau di Salem ini lembek dan lumpur. Di sektor 1 saja, areal sawah berupa lumpur bisa setinggi paha. Itu kan susah untuk bergerak. Beda dengan kontur tanah di Banjarnegara yang keras dan mudah untuk pencarian," ungkap Noer Isrodin.Selain tujuh korban yang belum ditemukan, longsor di daerah Salem ini juga menyebabkan 11 orang meninggal dunia (sudah dievakuasi) dan 18 orang mengalami luka-luka.Menteri Sosial, Idrus Marham, Selasa (27/2/2018) kemarin juga mendatangi lokasi longsor. Ia menyatakan diperintah Presiden untuk memastikan korban longsor terurus dengan baik."Saya kesini memastikan anak bangsa korban longsor terurus. Harus diurusi makannya, tempat tinggalnya, yang luka-luka harus diurusi," terangnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler