Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Keduanya mengalami gejala keracunan setelah meminum jamu yang biasa dikonsumsi ibu hamil dan menyusui tersebut. Mereka dilarikan ke RSUD Muntilan, setelah meminum jamu tersebut pada Senin (26/3/2018) kemarin. Jamu itu dibeli dari seorang penjual bernama Saswati.

Kesebelas pasien tersebut yakni Anik Trianingsih (37), Santi Rahmawati (27), Lusia Afriani (23), Haryanti (35), Ida Riwayati (33), Indah Saputri (22), Dias Tri Yuliani (29), Napsiah (30), Saidah (35), Sarwati (25). Seluruhnya merupakan warga Dusun Ngloning, Desa Senden, Kecamatan Mungkid. Ditambah satu warga Dusun Treko 3, Desa Treko, Kecamatan Mungkid yakni Maesaroh (28).

Dilansir dari detik.com,  dokter penyakit dalam RSUD Muntilan, dr Samsul meyebut para pasien yang semuanya adalah ibu menyusui tidak dalam kondisi parah. Hanya saja, ada beberapa yang mendapatkan perhatian khusus karena mengalami gejala kejang-kejang.

"Tapi tremornya (kejang) itu karena jamu atau yang lain kita masih evaluasi, karena infonya mereka sudah sempat minum obat tertentu setelah minum jamu," kata Samsul.

Adapun gejala-gejala yang dialami oleh para pasien ketika dibawa ke RSUD Muntilan seperti mual, muntah, diare, nyeri perut. "Rata-rata gejala yang dikeluhkan mirip dengan gejala keracunan," imbuhnya.

Dari keterangan salah satu korban, ia mengonsumsi jamu uyub-uyub kemarin sore. Saat mengonsumsi tidak ada gejala apa-apa. Baru skeitar tiga jam kemudian, mulai merasakan mual dan muntah, bahkan ada yang kejang-kejang."Pas minum jamu itu belum merasakan apa-apa, baru tiga jam sesudahnya, tiba-tiba kepala pusing, badan lemas, mual dan muntah-muntah. Saya sudah tidak bisa apa-apa, dan langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Lusia Arfiani (23), salah seorang korban keracunan, warga Desa Senden, dikutp dari tribunjogja.com.Direktur RSUD Muntilan, M Syukri, mengatakan, sampai saat ini kondisi seluruh korban masih dalam kondisi lemah, dan belum sepenuhnya pulih."Hingga pagi ini kondisinya masih lemah, tetapi sadar dan dapat diajak komunikasi. Mereka masih harus menjalani perawatan dan penanganan intensif dan belum diperbolehkan pulang," ujarnya.Pihaknya belum dapat memastikan terkait penyebab sakitnya kesebelas warga tersebut. Namun dari dugaan awal, para korban ini diduga mengalami keracunan akibat jamu uyub yang dikonsumsinya. Pihaknya juga sudah melapor ke Dinas Kesehatan agar kasus ini ditindaklanjuti.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler