Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ada empat tenda yang disiapkan di halam SMP tersebut. Sebanyak 60 siswa yang tercatat sebagai peserta UN dibagi di dalam tiga tenda.

Kepala SMPN 2 Kalibening, R Kuncoro memastikan, tenda tersebut aman dan ia berharap tetap fokus mengerjakan soal ujian.

"Karena kelasnya rusak, sehingga terpaksa pelaksanaan ujian nasional di tenda. Meski di tenda siswa tetap harus fokus mengerjakan soal tidak perlu khawatir," katanya.

Sementara itu, Pemprov Jateng juga memastikan korban gempa akan menerima bantuan. Untuk korban yang rumahnya ambruk akan mendapat bantuan sebesar Rp 15 juta, sementara yang rusak berat akan diberi bantuan sebesar Rp 10 juta.

”Itu bantuan dari pemprov, akan kami susulkan untuk rumah roboh Rp15 juta dan rusak berat Rp10 juta,” kata Plt Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko.
Dia mengakui alokasi anggaran yang dimiliki Pemprov Jateng untuk membantu korban gempa tersebut tidak mencukupi kebutuhan. Kendati demikian, dia yakin bantuan untuk korban gempa tersebut dapat dipenuhi dengan cara gotong royong, antara lain dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sebagainya.“Yang penting nanti mereka bisa bertempat tinggal kembali. Tentu tidak bisa serta merta dalam waktu satu hari, dua hari. Ini kami agendakan pasti,” ujarnya.Ia mengatakan yang terpenting masa tanggap darurat harus diatasi sembari kompleks permukimannya diberesi agar warga bisa kembali pulang ke rumah masing-masing.Terkait dengan masa tanggap darurat, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan pihaknya telah menetapkan selama tujuh hari. “Kalau perlu, kami tambah lagi tujuh hari sehingga 14 hari,” tegasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler