Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, jika Gunung Merapi mengalami letusan freatik. Letusan terjadi sekitar pukul 07.40 WIB. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut letugasan ini tidak berbahaya.

"Status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (Level I) dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah. PVMBG tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik," kata Sutopo dalam keterangan persnya.
Ia menyebut, dalam letusan freatif pagi tadi, tinggi kolom letusan adalah 5.500 meter atau 5,5 km dari puncak kawah. Letusan tersebut menyebabkan suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat. "Letusan melontarkan abu vulkanik, pasir dan material piroklatik," ujarnya.

Ia menyebut, letusan tersebut terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tetap tenang. Para pendaki gunung Merapi diimbau mengikuti rekomendasi dan tidak memaksakan diri mendekati puncak kawah.

Asap tebal yang membumbung dari letusan Merapi terlihat hingga Semarang. Warga di sekitar Merapi, seperti di Magelang, Boyolali, maupun Klaten sempat ketakutan dengan letusan tersebut.

Namun BPBD Klaten menyebut jika dilihat dari warna asap yang muncul dari letusan Merapi, kategorinya masih aman, sehingga warga tak perlu mengungsi.
Namun BPBD Klaten menyebut jika dilihat dari warna asap yang muncul dari letusan Merapi, kategorinya masih aman, sehingga warga tak perlu mengungsi.BPBD juga telah mendatangi warga tiga desa tertinggi di lereng Merapi sisi Kabupaten Klaten. Ketiga deda di Kecamatan Kemalang itu adalah Desa Sidorejo, Balerante dan Tegalmulyo. Tujuannya untuk memantau situasi sekaligus menenangkan warga.Kepanikan juga terlihat di Magelang, bahkan warga sudah berkumpul untuk bersiap mengungsi. Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Magelang Didik Wahyu Nugroho menyebut, tim BPBD Kabupaten Magelang terjun langsung ke lapangan untuk menenangkan masyarakat."Ada tiga tim BPBD Kabupaten Magelang terjun di tiga kecamatan, yakni Srumbung, Dukun, dan Sawangan yang merupakan zona bahaya Merapi," katanya.Ia mengatakan sebagian masyarakat memang sudah ada yang berkerumun di titik kumpul dan pihaknya berupaya memberikan penjelasan pada mereka untuk tetap tenang.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler