Mengenaskan, Ayah dan Anak di Temanggung Meregang Nyawa Dalam Sumur
Murianews
Senin, 22 Oktober 2018 09:55:15
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kedua warga ini meninggal dunia, saat menguras sumur warga yang sudah sangat lama ditinggal pergi merantau di Malaysia. Sumur itu juga sudah lama tak dipakai.
Menurut Kapolsek Kedu, AKP Rachmat Efendi, peristiwa ini terjadi pada Minggu (21/10/2018) sore kemarin. Dugaan kuat, kedua korban meninggal dunia karena menghirup gas beracun dari dalam sumur.
“Keduanya meninggal dunia saat menguras sumur milik Markamah yang sedang bekerja di Malaysia dan sumur sudah lama tidak dipakai,” katanya, Senin (22/10/2018).
Menurut keterangan saksi, Sutar (42) kepada polisi, awal mula kejadian sekitar pukul 13.00 WIB korban menguras sumur selebar sekitar 80 cm dengan kedalaman 10 meter itu menggunakan mesin diesel. Setelah air sumur surut Totok Maryanto masuk ke dalam sumur.
Namun setelah beberapa menit korban melambai-lambaikan tangan minta tolong kepada anaknya. Mengetahui hal itu Ossi berusaha menolong ayahnya ke dalam sumur.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



