Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Korban bernama Khomsin (35) warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen. Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Suparno, Rabu (7/11/2018) mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa kemarin.

Ia menyatakan, sebelum kejadian beberapa saksi sudah mengingatkan korban untuk berhenti menjala dan berteduh, karena hujan semakin deras.

“Teman korban Samngani dan Slamet sebelum kejadian mengingatkan korban untuk berteduh di tempat penggilingan padi yang tidak jauh dari tempatnya mencari ikan. Jaraknya kurang lebih 100 meter dari TKP,” katanya.

Namun korban tak memedulikan saran dari teman-temannya itu. Beberapa menit kemudian, petir menyambar dengan suara yang sangat keras.

Petir itu menyambar ke lokasi korban tengah menjala ikan. Setelah itu, para saksi bergegas menuju lokasi dan mendapati korban sudah meregang nyawa.

Selanjutnya mereka bergegas melapor kejadian tersebut ke perangkat Desa Tanjungsari, dan di teruskan lapor ke Polsek kutowinangun.Dari hasil olah TKP yang dilakukan Polsek Kutowinangun, dan tim medis dari Puskesmas Kutowinangun, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda mencurigakan yang mengarah pada kejahatan pidana.“Menurut keterangan dari dr Timbul (Kepala Puskesmas Kutowinangun) yang memeriksa korban secara langsung, dari lukanya, bahwa korban benar disambar petir. Ada luka bakar di bagian paha kiri sebelah atas sampai dengan perut,” jelas AKP Suparno.Dalam kesehariannya, korban merupakan berprofesi sebagai pedagang kelapa. Jenazah bapak dua anak itu telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.“Sekarang ini sudah memasuki musim hujan. Marilah kita bersama-sama lebih waspada terhadap cuaca ini. Waspada terhadap banjir, longsor, maupun petir. Yang menjaga kita, ya kita sendiri,” pungkasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler