Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penutupan jalan itu sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu. Padahal jalan yang ditutup merupakan jalan antardesa Rejosari dan Sindupaten, yang sekaligus jalur alternatif antarkecamatan.

Calon yang kalah tersebut dan meluapkan kekesalannya dengan menutup jalan itu adalah Soim Pamuji.

Tembok itu dibangun setinggi dua meter. Alhasil sejumlah pengguna jalan yang biasa melintasi jalan tersebut menjadi kecele, dan balik kanan karena jalan tertutup tembok beton.

Bahkan, di bagian atas tembok, terdapat pecahan kaca sehingga tidak bisa dipanjat. Menurut keterangan beberapa warga, awalnya penutupan hanya dilakukan dengan bambu, dan masih bisa dilewati. Namun kini ganti dibangun tembok melintang.

Selain ditutup, jalan juga dipotong aksesnya dengan cara dikeruk selebar setengah meter. Tembok beton itu dibuat di jalan sejak 12 Desember 2018 tepatnya di samping Jembatan Kali Galuh, Desa Rejosari.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmadja kepada wartawan juga membenarkan aksi ini. Menurut dia, jalan yang diblokir menghubungkan antar desa di dua kecamatan yakni Desa Sindupaten Kecamatan Kertek dengan Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar.

”Jalan itu berada di tanah milik kades petahana. Dibuat saat pemilik masih menjadi kades, namun belum dihibahkan. Ketika tak terpilih lahi, jalan tersebut ditutup,” katanya.Pihaknya pun meminta pihak-pihak terkait melakukan musyawarah untuk menyelesaikan masalah ini agar tak mengganggu kepentingan masyarakat.Meski demikian, pihaknya belum berpikir untuk melakukan langkah pembongkaran. Pasalnya, tembok tersebut berada di lahan pribadi.Soim Pamuji mengakui dirinya yang menutup akses jalan tersebut. Dia mengaku kecewa karena warga tidak memilihnya saat pilkades. Selain itu menurut dia, ada kecurangan yang dilakukan oleh peserta pilkades dan hingga kini belum diusut.“Tanah yang dibuat untuk jalan itu milik saya. Jalan itu saya tutup beton karena banyak warga yang tidak milih saya di pilkades,” kata Soim, dikutip dari Inews.id.Soim juga mengaku belum akan membuka penutup jalan itu jika proses pilkades yang diduga penuh kecurangan tidak diusut.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler