Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tak hanya itu, untuk bernafas bayi yang diberi nama Arumi Adiba Nasha itu juga harus dibantu selang pernafasan dari, dan dirawat di dalam inkubator. Pihak medis menyebut jika bayi itu mengalami Gastroschisis.

Kini bayi itu tengah dirawat di RSUD Temanggung untuk menjalani perawatan dan persiapan operasi. Sebelumnya si bayi dilahirkan secara premature di di RSI Wonosobo.

Saat itu, usia kandungan ibunya kurang dari delapan bulan. Karena kondisi si bayi yang menderita Gastroschisis maka dirujuk ke RSUD Temanggung.

Namun pasangan ini kebingungan untuk mencari biaya. Padahal biaya operasi yang dibutuhkan minimal mencapai Rp 120 juta. Sementara si bayi belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Orang tua Arumi hanya seorang petani, sehingga kesulitan untuk mencari uang sebesar itu dalam waktu cepat.

"Kami bingung mencari dana sebesar itu, padahal harus dilakukan operasi secepatnya," kata Asmaul Husna yang merupakan tante Arumi.

Pihak keluarga juga mengaku bingung mau minta bantuan siapa. Dirinya pun berharap ada dermawan yang bisa membantu meringankan beban biaya operasi keponakannya yang saat ini harus menggunakan alat bantu.

Ia mengaku, sudah mencoba meminta bantuan dari pemerintah daerah setempat, namun hingga kini belum ada tanggapan.

"Sementara ini kami sedang berusaha mencari bantuan dari daerah kami tinggal. Kami juga sudah berusaha mencoba minta bantuan pemerintah kabupaten tetapi belum ada respons," ujarnya.Ia berharap, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bisa turun tangan untuk membantu. Terlebih Ganjar dikenal sebagai gubernur yang memiliki respons cepat ketika mengetahui warganya yang terkena musibah."Si kecil ini belum mempunyai BPJS, jadi biayanya harus ditanggung sendiri, oleh karena itu beban ini sangat berat bagi kami," katanya.Sementara itu, Suprapti, Kepala Ruang Melati RSUD Temanggung tempat Arumi dirawat menyebut, jika Gastroschisis merupakan kelainan yang terjadi sejak di dalam kandungan."Kalau kelainan itu memang tidak normal sejak dalam kandungan, jadi berbagai macam faktornya," terangnya.Ia mengatakan, RSUD Temanggung jarang menemui pasien semacam itu. Bayi tersebut harus dirujuk ke RSUP Sardjito Yogyakarta untuk dioperasi karena peralatan di RSUD Temanggung untuk penanganan pasien tersebut belum memadai. Penulis: Ali MuntohaEditor: Ali MuntohaSumber: AntaraJateng

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler