Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ada 55 orang yang mengalami keracunan sate kambing tersebut. Mereka terdiri dari 48 santri Rodhotul Ulum dan tujuh anak Panti Nurul Barokah.
Korban dari ponpes dilarikan ke RSUD Kebumen untuk mendapat pertolongan, dan dari panti dibawa ke Klinik Siti Khodijah Kebumen. Peristiwa keracunan ini terjadi pada Rabu (3/4/2019) dan hingga malam tadi para korban masih menjalani perawatan.
Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno menyebut, peristiwa bermula ketika para santri mendapatkan makanan nasi kotak yang dibagikan oleh Panti Nurul Barokah yang beralamat di Jalan Cincin Kota pada hari Selasa (2/4/2019). Kemudian santri-santri yang menyantapnya mengalami mual dan pusing kepala.
“Kasus ini sampai dengan sekarang masih kita selidiki. Kita masih mengumpulkan sejumlah bukti dan saksi dari kasus ini, termasuk pihak Panti Nurul Barokah,” jelas AKP Suparno.
Berdasarkan keterangan dari pihak Panti Nurul Barokah, Fatahudin telah memberikan 90 bungkus kotak nasi yang ia beli di salah satu warung sate di daerah Kelurahan Panjer, Kebumen kepada santri Ponpes Roudhotul Ullum. Ia bahkan telah membeli sebanyak 300 bungkus di warung tersebut.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



