Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, gempa terjadi pada pukul 08.51 WIB.

"Pusat gempa berada pada 9,86 lintang selatan dan 108,57 bujur timur dengan kedalaman 32 kilometer serta berjarak 222 kilometer barat daya Cilacap atau 219 kilometer tenggara Pangandaran, Jawa Barat. Lokasi gempa berada di Samudra Hindia selatan Jawa," katanya dilansir Antara.

Oleh karena itu, dia mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Dia juga menyampaikan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa berkedalaman dangkal itu diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar turun.

Selain di Cilacap, guncangan gempa tersebut juga dirasakan hingga Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Beberapa menit kemudian, gempa susulan kembali terjadi. Gempa susulan berkekuatan 3,6 SR di selatan Pulau Jawa yang berlokasi di 259 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
"Gempa susulan terjadi pada pukul 09.12 WIB dengan kekuatan 3,6 SR dengan kedalaman 14 kilometer," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memantau dampak gempa berkuatan 5,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah setempat, kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy."Alhamdulillah sampai saat ini pukul 10.00 WIB, kami belum menerima laporan yang berkaitan dengan kerusakan akibat gempa tersebut. Semoga aman dan terkendali," katanya di Cilacap, Sabtu.Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya tetap memantau perkembangan pascagempa tersebut terutama yang berkaitan dengan kemungkinan adanya kerusakan bangunan akibat gempa. Penulis: Ali MuntohaEditor: Ali MuntohaSumber: Antara

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler