Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta, letusan terjadi selama 450 detik.

Akibat letusan, muncul kolom abu setinggi enam ribu meter atau enam kilometer dari kawah gunung. Muncul pula awan panas ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal tiga kilometer.

Material vulkanik tertiup angin ke arah barat laut dari gunung. Merapi berstatus Waspada sejak 21 Mei 2018.

Sementara itu, Petugas pos pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang Lasiman membenarkan telah terjadi erupsi.

"Terjadi erupsi di Gunung Merapi 3 Maret 2020 pukul 05.22 WIB," ujar Petugas pos pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Lasiman seperti dikutip Kompas.com, Selasa (3/3/2020).
Selain itu, ia mengakui status Gunung Merapi saat ini masih pada level II atau Waspada. Radius bahaya juga masih sama, yakni tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius tiga kilometer dari puncak serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler