Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 328 detik. Tinggi kolom erupsi teramati kurang lebih 6.000 meter dari puncak. Sementara arah angin saat erupsi terjadi bertiup ke barat.

Erupsi kedua terjadi pukul 09.27 WIB dengan amplitudo 75 mm dan durasi 100 detik. Sayagnya tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Informasi tersebut disampaikan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui akun resmi Twitter @BPPTKG.

Berdasarkan informasi yang dikutip Solopos.com dari warga Desa Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, yang berjarak sekitar 12,5 km dari puncak Merapi, erupsi pertama pagi ini membuat langit tampak gelap.

Kolom erupsi Merapi juga terlihat di wilayah Gentan, Baki, Sukoharjo. Kepulan asap berwarna putih yang membumbung tinggi sempat tertangkap kamera warga setempat.

Meski demikian masyarakat diimbau tetap tenang. Jarak bahaya akibat erupsi Merapi pagi ini berada dalam radius 3 kilometer dari puncak. Seperti diketahui, Merapi berstatus waspada sejak 21 Mei 2018.

Selain itu, 39 desa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah juga diguyur hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi. Berdasarkan catatan Basarnas Kantor SAR Semarang, hujan abu terjadi hingga pukul 10.40 WIB.
Sebanyak 39 desa itu berasal dari delapan kecamatan di Kabupaten Magelang. Kedelapan kecamatan itu yakni Srumbung, Dukun, Sawangan, Salam, Muntilan, Ngluwar, Mungkid, dan Borobudur.Dari delapan kecamatan itu, hujan abu paling banyak terjadi di Kecamatan Srumbung. Ada sekitar tujuh desa di Srumbung yang diguyur hujan abu cukup deras.Ketujuh desa itu yakni Desa Kaliurang, Kemiren, Srumbung, Banyuadem, Kalibening, Ngargosoko, dan Kradenan.Sementara desa di tujuh kecamatan lainnya di Magelang hanya mengalami hujan abu akibat erupsi Merapi dengan intensitas ringan. Penulis: SupriyadiEditur: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler