Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Magelang – Aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini masih belum reda. Dalam enam jam terakhir sudah tiga kali meluncurkan awan panas.

Tak hanya itu, gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu delapan kali melontarkan lava pijar ke arah barat daya.

Kapala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menjelaakan awan panas terjadi pada pukul 00.52 WIB, 03.45 WIB, dan 04.30 WIB.

Awan panas tercatat dengan amplitudo 36 hingga 50 milimeter dan durasi 133 hingga 144 detik.

"Teramati tiga kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya," kata Hanik dalam keterangannya, Senin (3/5/2021) seperti dikutip Solopos.com.

Dikatakan Hanik, selain awan panas dalam periode yang sama terpantau juga guguran lava pijar. "Teramati 8 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya," jelasnya.

Sementara secara visual, lanjut Hanik, Gunung Merapi terpantau jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah.
Lebih lanjut, dalam 6 jam tercatat gempa guguran sebanyak 34 kali, hembusan 2 kali, fase banyak 4 kali dan 1 kali gempa vulkanik dangkal."Status Merapi masih di tingkat Siaga (Level III)," tegasnya.Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 kilometer.Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kiloneter dari puncak Gunung Merapi. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler