Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Cilacap – Sebanyak 13 anak buah kapal (ABK) asal India di kapal berbendera asing pengangkut gula rafinasi di Pelabuhan Cilacap terdeteksi positif Covid-19.

Hal itu diketahui setelah Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Cilacap melakukan pemeriksaan terhadap 20 ABK kapal tersebut usai bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jateng, Minggu (25/4/2021) lalu.

Sekda Cilacap Farid Ma'ruf menjelaskan, dari data yang diterima kapal pengangkut gula rafinasi itu bertolak dari India 14 April 2021 lalu. Setelah menempuh perjalanan lebih dari sepekan, kapal tersebut tiba di Cilacap tanggal 25 April 2021 sekitar pukul 16.00 WIB.

"Mengetahui ada kapal asing yang bersandar, petugas KKP Kelas II Cilacap langsung melakukan pemeriksaan kekarantinaan kesehatan," kata Sekda seperti dikutip Solopos.com, Jumat (7/5/2021).

Semua awak kapal tersebut, lanjut Sekda, semuanya berkewarganegaraan Filipina. Selanjutnya para awak kapal menjalani tes PCR, dan sampelnya dikirim ke RS Pertamina Cilacap (RSPC).

"Setelah itu, Pemkab Cilacap menerima hasil pemeriksaan PCR ABK kapal itu pada 26 April 2021. Betapa mengejutkannya, 13 orang ABK tersebut dinyatakan positif Covid-19," ungkapnya.

Selama menunggu hasil pemeriksaan laboratorium PCR, lanjut Farid, semua ABK menjalani isolasi mandiri di kapalnya. Lalu pada tanggal 30 April, ABK yang positif Corona tersebut dievakuasi ke RSUD Cilacap.Selanjutnya, kapal itu melakukan kegiatan bongkar muatan di Dermaga IV Tanjung Intan Cilacap, dengan pengawasan petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kelas IIA Cilacap pada 1-4 Mei 2021."Tanggal 5 Mei, pihak RSUD Cilacap memberikan informasi salah satu pasien rujukan kapal dalam kondisi tidak stabil dan harus dilakukan pemantauan lebih intensif. Sedangkan terhadap tenaga bongkar muat dan petugas pengawas sebanyak 49 orang sudah dilakukan rapid test antigen menunjukkan hasil negatif," jelasnya."Kami juga memfasilitasi untuk terapi plasma konvalesen dan stemcell bagi ABK positif bergejala berat dan melakukan sterilisasi kapal," ucapnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler