Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Magelang - Aksi tawuran pelajar Magelang yang dilakukan di Jalan Syailendra Raya, Borobudur, Rabu (15/9/2021) sore mandapat kecaman dari banyak pihak.

Itu terjadi karena tawuran tersebut mencoreng dunia Pendidikan dan tak pantas dilakukan karena Pembelajaran Tatap Muka (PTM) baru saja digelar.

Kecaman juga diberikan netizen pengguna Instagram. Hal itu setelah akun instagram @kotamagelang mengunggah informasi tawuran tersebut. Beberapa netizen bahkan memberikan komentar pedas berkaitan aksi yang dilakukan.

”Ceritane syukuran sekolah offline po iki?” tulis@abifadhol_15

”Suwe ra sekolah sekaline sekolah gawe geger,” ungkap @lulukambars

”Daring we iso tawuran,” terang @carisya.

Baca: Pelajar SMA di Magelang Tawuran, Empat Ditangkap, Satu Luka

Sebelumnya, dikutip Suara.com, sejumlah pelajar dari dua Sekolah Menengah Atas (SMA) di Magelang terlibat tawuran di Jalan Syailendra Raya, Borobudur, Rabu (15/9/2021) kemarin.

Akibatnya, empat orang diamankan karena kedapatan membawa senjata tajam .Selain itu satu orang terluka di bagian kaki dan sempat menjalani perawatan.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Magelang, AKP Muhammad Alfan Armin mengatakan, sekitar pukul 16.00 WIB, polisi menerima laporan terjadi tawuran pelajar di jalan penghubung Borobudur-Salaman.Polisi yang tiba di lokasi menemukan 1 pelajar menderita luka di kaki yang diduga akibat senjata tajam. Di lokasi kejadian juga ditemukan senjata tajam jenis gergaji sisir.Setelah melakukan pengejaran, polisi menangkap 4 pelajar yang diduga terlibat tawuran. Dari penggeledahan polisi menyita sebilah celurit.Sementara itu, hingga saat ini, Kabupaten Magelang masih tertahan di level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Sekolah masih diadakan secara daring, kecuali yang mendapat izin untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.Perekonomian pariwisata masih terpuruk karena seluruh tempat wisata masih tutup. Baru objek wisata Candi Borobudur yang mendapat izin melakukan uji coba pembukaan pada 17 September 2021. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Suara.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler