Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Purbalingga – Dua rumah di RT 1 RW 2 Desa Losari, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga terancam longsor. Kedua rumah tersebut diketahui milik Tato dan Mafrudij warga setempat.
Ancaman longsor tersebut setelah tanah bagian belakang rumah ambles usai diterjang hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari. Padahal, dalam kedua rumah tersebut dihuni 11 orang.
“Waktu kejadiannya Minggu dini hari, karena hujan terus menerus saat itu,” kata Kepala BPBD Kabupaten Purbalingga Umar Fauzi seperti dikutip Serayunews.com, Senin (01/11/2021) petang.
Baca: Curi HP Santri TPQ, Pengangguran di Purbalingga Terancam 5 Tahun Penjara
Ia menjelaskan, tanah di belakang rumah Tato, ambles sampai sekitar setengah meter. Kondisi seperti itu sangat potensi untuk terus ambles. Apalagi ketika hujan terus menerus turun. Upaya untuk meminimalisir dampak yang terjadi, perlu dilakukan penanganan.
“Telah dilakukan penutupan rekahan tanah oleh warga dan mengarahkan air hujan agar tidak masuk ke rekahan,” ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Salah satu rumah di Purbalingga terancam longsor setelah tanah di belakang rumah. (Serayunews.com)[/caption]
MURIANEWS, Purbalingga – Dua rumah di RT 1 RW 2 Desa Losari, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga terancam longsor. Kedua rumah tersebut diketahui milik Tato dan Mafrudij warga setempat.
Ancaman longsor tersebut setelah tanah bagian belakang rumah ambles usai diterjang hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari. Padahal, dalam kedua rumah tersebut dihuni 11 orang.
“Waktu kejadiannya Minggu dini hari, karena hujan terus menerus saat itu,” kata Kepala BPBD Kabupaten Purbalingga Umar Fauzi seperti dikutip