Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Magelang - Jalan Raya Magelang-Boyolali di KM 18 tertutup material longsor. Akibatnya akses jalan ini tidak bisa dilewati kendaraan umum.

Hal itu terjadi setelah tebing yang diperkirakan setinggi 20 meter dan lebar 30 meter longsor. Material longsoran menutup akses jalan dengan ketebalan kurang lebih 0,5 meter sampai 1,5 meter.

Lokasi longsor tepatnya berada di Dusun Gintungan, Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Kejadian pada, Kamis (11/11/2021), sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca: Viral di Medsos, Anak Trimah Marah dan Ingin Bawa Kembali ke Magelang

Hingga pagi ini material longsor masih diupayakan disingkirkan dengan alat berat. Untuk itu, pengguna jalan disarankan melalui jalur alternatif.

Untuk jalur alternatif yang bisa dilewati dari arah Magelang sampai di kawasan Tlatar, Sawangan, belok kanan. Kemudian menuju arah Candi Asu, melewati Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Nantinya sampai di kawasan Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Kemudian melintasi jalan tersebut hingga tembus di atas SMPN 2 Selo. Demikian sebaliknya yang dari arah Boyolali.

"Pengguna jalan bisa melewati jalur alternatif dari Magelang sampai Tlatar Sawangan, terus melewati Sengi naik," ujar petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Sawangan, Irianto Purwadi, di lokasi longsor seperti dikutip Detik.com, Jumat (12/11/2021) pagi.
Baca: Kantor Wali Kota Magelang Ditempeli Logo TNI Gegara Polemik Kepemilikan Tanah, Begini Penjelasan PanglimaJalur alternatif ini, kata dia, hanya bisa dilewati sepeda motor dan mobil pribadi. "Hanya sepeda motor dan mobil pribadi yang bisa melewati jalur alternatif ini," ujarnya.Sementara itu, Kasubag TU Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Magelang, Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Parjo mengatakan, sepanjang jalur ini ada enam titik longsor. Adapun jalan ini statusnya jalan provinsi."Sepanjang jalan ini ada enam titik longsoran," katanya.Berdasarkan pantauan, sampai saat ini masih dilakukan pembersihan material longsoran. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler