Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Wonosobo – Seorang bocah berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di Kali Songgoluwang, anak Sungai Serayu, Kamis (18/11/2021).

Korban diduga terseret arus saat bermain di sungai bersama sejumlah teman sepermainan Korban terbawa arus sungai sejauh 2 Km.

Korban berinisial MS, warga Desa Kalimendong, Kecamatan Leksono. Diduga korban terbawa arus air Sungai Songgoluwang pada pukul 12.00 WIB. Dan, baru ditemukan pada pukul 13.00 WIB dalam kondisi tidak bernyawa.

“Korban masih anak-anak diduga terseret arus air saat bermain di Kali Songgoluwang Leksono. Korban ditemukan oleh warga setempat, setelah dilakukan proses pencarian bersama,” ungkap Kepala BPBD Wonosobo, Bambang Triyono dalam siaran pers di Humas Polri, Jumat (19/11/2021).

Menurutnya, setelah ditemukan korban kemudian dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Wonosobo dan tenaga medis tidak ditemukan unsur kekerasan dalam kasus tersebut.

“Sudah dilakukan pemeriksaan oleh medis dan juga tim inafis. Itu murni kecelakaan. Korban memang hanyut dan nyawanya tidak tertolong,” ucapnya.

Pihaknya berharap kepada masyarakat untuk menghindarititik rawan longsor, banjir dan tenggelam, selama musim penghujan tahun ini, sebabsituasi sudah diprediksikan. Titik tersebut diantaranya sungai, tebing, dan laut.“Untuk Sementara hindari lokasi rawan longsor, dan banjir, seperti sungai sebab debitnya susah diprediksi, bisa tiba-tia muncul banjir bandang,” katanya.Sementara itu Kapolsek Leksono, Iptu Jumali Gala Briya, saat ditemui di lokasi korban ditemukan mengatakan bahwa pihaknya dibantu BPBD dan masyarakat dengan lancar melaksanakan evakuasi. Selain itu, pihaknya juga terus melaksanakan himbauan tentang bahaya cuaca akhir akhir ini.“Kami terus laksanakan himbauan kepada warga masyarakat tentang bahaya cuaca akhir akhir ini, dengan kejadian ini, saya harap masyarakat agar menjadi lebih berhati-hati apabila keluar rumah. Hindari tempat berbahaya seperti tebing, sungai dan tempat rawan bahaya lainnya,” Terang Kapolsek Leksono. Penulis: SupriyadiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler