Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Hujan deras disertai angin puting beliung melanda empat kecamatan di Kabupaten Semarang, Senin (17/1/2022). Akibatnya, banyak pohon tumbang dan atap rumah tersapu angin dalam kejadian tersebut.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika dalam siaran persnya membenarkan ada empat kecamatan yang dilanda puting beliung. Hal itu berdasarkan dari laporan jajaran kapolsek.

”Kejadian bencana alam ini menimpa beberapa wilayah di empat kecamatan, di antaranya Kecamatan Ungaran Barat dan Timur, Kecamatan Tengaran dan Kecamatan Jambu,” katanya.

Selain itu, ia juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski begitu, sebagian besar mengalami kerugian materiil yang ditaksir ratusan juta rupiah.

Ia mencontohkan,di wilayah Ungaran, terdapat pohon Tua yang berdiameter kurang lebih tiga meterroboh dan menimpa rumah Subari (50) di Dusun Sendangrejo RT 01 RW 07, Kelurahan Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat.
Ia mencontohkan,di wilayah Ungaran, terdapat pohon Tua yang berdiameter kurang lebih tiga meterroboh dan menimpa rumah Subari (50) di Dusun Sendangrejo RT 01 RW 07, Kelurahan Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat.”Kami juga telah sampaikan kepada para seluruh Kapolsek jajaran, untuk petakan kembali wilayahnya yang rawan terjadi bencana. Selain itu, kami juga minta agar petugas melakukan antisipasi sejak dini. Kalau perlu pohon yang sekiranya membahayakan untuk koordinasikan dengan pihak terkait agar dipotong,” terang kapolres.Selain itu, tambahnya, pihaknya juga memerintahkan kepada anggota di lapangan jika terjadi bencana untuk segera bertindak. ”Laporkan dan koordinasi dengan instansi terkait TNI, BPBD, Kecamatan dan warga setempat sebagai langkah evakuasi nantinya,” imbuh Kapolres. Penulis: SupriyadiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler