Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Sebuah video yang memperlihatkan pernikahan beda agama viral di media sosial. Di mana mempelai perempuan mengenakan hijab dan menjalankan prosesi pernikahan di gereja.

Sedangkan, sang pria mengenakan jas hitam. Tepat di tengah mereka ada seorang pastur. Momen itu pun langsung tersebar luas melalui aplikasi Tiktok dengan durasi 13 detik

Diketahui video tersebut salah satunya diunggah @sacha_alya. Sejak di-upload Minggu (6/3/2022) pukul 19.00 WIB, video berdurasi 13 detik itu telah ditonton 1,6 juta kali.

Tak hanya itu, video tersebut juga banyak memunculkan reaksi netizen.

Menanggapi hal tersebut Achmad Nurcholis, Konselor pernikahan beda agama yang sekaligus menjadi saksi dalam pernikahan beda agama tersebut angkat bicara.

"Iya betul kemarin Sabtu, saya menjadi saksi pernikahan beda tersebut," ungkap Nurcholis seperti dikutip Suara.com, Selasa (8/3/2022).

Ahmad Nurcholis mengungkapkan, pasangan pernikahan beda agama melakukan akad dan pemberkatan di dua tempat pada Sabtu (4/3/22).

Akad dilakukan di sebuah hotel Kota Semarang dan dilanjutkan pemberkatan di Gereja St. Ignatius Krapyak.
"Kemarin mereka akad dan pemberkatan di tempat berbeda," pemberkatan.Lebih lanjut, Nurcholis menerangkan pasangan beda agama yang tengah viral di jagad media sosial tersebut, telah melakukan konseling pernikahan yang cukup lama sekitar dua tahun."Untuk bisa sampai ke pernikahan juga tidak mudah, pasangan tersebut menjalani proses cukup lama," tutur Nurcholis.Nurcholis mengaku, dirinya telah mendampingi pernikahan beda agama sebanyak 30 kali lebih. Menurutnya, pasangan pernikahan beda agama di Kota Semarang juga buka kali pertama yang ia dampingi."Sudah banyak pasangan pernikahan beda agama yang mengikuti konseling dan saya dampingi, jadi ini bukan kali pertama," imbuhnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Suara.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler