Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Walisongo menolak wacana kenaikan Pertalite yang sempat dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu.

Penolakan itu ditunjukkan dengan menggelar aksi di kantor Gubernuran atau kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (8/4/2022). Penolakan itu dilakukan dengan berjalan kali sambil mendorong motor ke lokasi aksi.

Tak hanya itu, para mahasiswa ini juga membawa beragam atribut bertuliskan penolakan kenaikan BBM khususnya pertalite.

”Di Simpang Lima tadi kita mematikan motor dan mendorong motor kita sebagai wujud refleksi wacana naiknya Pertalite,” kata Ketua Komisariat PMII UIN Walisongo, Khoirul Fajriseperti dikutip Detik.com, Jumat (8/4/2022).

Massa mahasiswa yang datang dari UIN Walisongo itu nampak tiba di Simpang Lima sekitar pukul 16.00 WIB. Jalan Ahmad Yani menuju Simpang Lima pun sempat mengalami kemacetan karena mahasiswa yang memenuhi jalan.

Mereka sempat melakukan sejumlah orasi hingga akhirnya melanjutkan perjalanan. Sementara itu, di Jalan Pahlawan, tidak tampak adanya kemacetan yang terjadi.

Fajri menyebut massa aksi ingin bertemu dengan Ganjar dan Ketua DPRD untuk berdialog. Namun, informasi yang didapatnya pihak yang ingin ditemui justru tak di lokasi.

”Kami sudah melayangkan surat kepada Gubernur dan Ketua DPRD supaya kita bisa berdialog tetapi ternyata tidak ada tanggapan. Tidak ada respons sampai detik ini,” ujar Fajri.Selain menolak wacana kenaikan Pertalite, massa aksi juga menyoroti sejumlah isu lain. Di antaranya adalah penolakan terhadap wacana penundaan pemilu, kenaikan harga gas LPG 3 kg, hingga masalah kelangkaan minyak goreng curah.”Kami menolak wacana kenaikan Pertalite dan LPG 3 kg karena itu adalah subsidi, dan karena ketika itu naik akan ada inflasi besar-besaran di Indonesia,” terang dia.Diberitakan sebelumnya, sinyal kenaikan harga Pertalite dan LPG 3 kilogram (kg) dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu.”Jadi overall yang akan terjadi nanti Pertamax, Pertalite (naik). Premium belum. Terus kemudian mengenai gas yang 3 kg itu kita bertahap,” ungkap dia di Bekasi, Jumat (1/3/2022). Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler