Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang — Satpol PP Kota Semarang merobohkan 30 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar RSUP dr Kariadi. Puluhan lapak PKL itu dibongkar, Senin (9/5/2022) kemarin.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, puluhan lapak PKL yang dibongkar tersebut berada di Jalan dr Kariadi, Kota Semarang. Pembongkaran itu dilakukan menyusul adanya program sentra kuliner yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) IV Semarang.

“Sudah ada rencana kawasan kuliner. Kebetulan ini tanahnya juga milik PT KAI. Para PKL ini ada yang menggunakan lahan KAI dan Pemkot. Selain itu, ada juga yang berdiri di atas saluran air. Pemkot juga ada proyek pelebaran jalan dan pedestrian, maka ini dirobohkan,” ujar Fajar dalam siaran pers seperti dikutip Solopos.com, Selasa (10/5/2022).

Perobohan puluhan lapak pedagang itu dilakukan Satpol PP dengan menggunakan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. Sebelum dirobohkan, petugas tampak sibuk mengangkut sejumlah perabotan yang masih tersisa di dalam kios milik pedagang.

Kendati demikian, Fajar menyebut tidak ada perlawanan dari pedagang saat lapaknya dirobohkan. Hal ini dikarenakan sebelum merobohkan lapak, pedagang sudah diajak berdiskusi dan diberi pemberitahuan sebanyak tiga kali.

“Kita sebelumnya juga sudah ada komunikasi dengan pedagang. Alhamdulillah, kegiatan hari ini lancar, tidak ada keributan,” ujarnya.
Fajar berharap dirobohkannya lapak pedagang itu juga berimbas pada lancarnya arus lalu lintas di sekitar RSUP dr Kariadi. “Selama ini kan ruas jalan di sini sempit dan kerap macet. Semoga setelah ini lancar,” harapnya.Wakil Ketua Paguyuban pedagang, Budiyanto, mengaku tak mempermasalahkan perobohan lapak tersebut. Hal ini dikarenakan sebelumnya sudah ada pemberitahuan dan diskusi dengan Pemkot Semarang maupun PT KAI.“Kami menyadari jika program ini [sentra kuliner] bagus. Daripada kami melawan dan hanya diberi pesangon dan enggak dapat tempat, kami sepakat untuk relokasi saja,” ujarnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler