Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Banjir rob di Semarang, khususnya Pelabuhan Tanjung Emas memang menjadi rob paling ekstrem di Jateng. Pasalnya, air rob yang ada mencapai leher orang dewasa.

Tak hanya itu, air rob tersebut juga menggenangi pemukiman warga. Bahkan, korban banjir rob berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah di Semarang dan Demak mencapai 22 ribu jiwa.

Keadaan tersebut tentu menyisakan beragam kisah menarik bagi para relawan. Salah seorang sukarelawan tersebut adalah Amad Syahroni (30).

Melansir Solopos.com, Syahroni membagikan kisah heroik selama evakuasi banjir rob, yaitu saat berada di pos empat. Saat itu, ia dan rekan-rekanya turut andil dalam proses evakuasi penyelamatan ibu hamil.

“Paling berkesan pas evakuasi ibu hamil. Terus ada juga orang sakit melalui evakusi kapal Basarnas di pos satu,” tutur Amad, saat ditemui didepan pintu masuk pelabuhan Tanjung Emas, Selasa (24/5/2022) malam.

Sementara itu, sukarelawan lain, Uban (55) mengatakan fokus malam ini adalah mengantar orang yang ingin keluar masuk kawasan pelabuhan. Kendati demikian, ia tidak menampik bila sebagian orang juga masih ada yang minta dievakuasi.

“Sampe malem masih ada yang butuh (pertolongan), tadi barusan (pukul 23.00 WIB) ada,” kata Uban.

Hingga dini hari ini, disebutkan masih terdapat enam perahu karet yang disediakan lengkap dengan beberapa tim sukarelawan yang tetap bersiaga di lokasi banjir rob Semarang.“Tapi paling ini sebentar lagi aman. Karena kondisi sudah mulai surut, sudah bisa keluar masuk (kawasan Tanjung Emas), jadi mungkin sudah aman, sebentar lagi bisa pulang, pengkondisian badan,” pungkasnya yang sudah tujuh tahun menjadi sukarelawan.Uban menyebut genangan air di kawasan pelabuhan sudah mulai surut. Ketinggiannya sekitar selutut orang dewasa.“Kalau titik paling tinggi, di daerah lamicitra, itu sampe seleher,” beber dia.Berdasarkan pantauan dilapangan, hingga Selasa pukul 00.00 WIB, beberapa warga terpantau sudah bisa keluar masuk kawasan Tanjung Mas, Semarang. Untuk ketinggianya, bervariasi dari hanya semata kaki hingga selutut orang dewasa. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler