Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Demak – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, mencatat 46 ekor sapi dan kerbau terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dari laporan tersebut, Polres Demak mengintensifkan monitoring peternakan dan pemeliharaan hewan di Kabupaten Demak.
”Dari pemeriksaan yang kita lakukan pertanggal 28 Mei kemarin, ada 35 ekor yang terjangkit, sekarang Senin (30/5/2022), ada 46 ekor sapi dan kerbau yang terjangkit PMK,” kata Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono di peternakan Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Senin (30/5/2022).
Budi mengungkapkan, tim gabungan TNI, Polri dan Dinas Pertanian telah melakukan penanganan dengan menyuntikkan antibiotik, vitamin dan penyemprotan disenfektan pada setiap kandang ternak.
”Saat ini, kita sudah lakukan karantina atau isolasi terhadap ternak yang terjangkit. Selain itu, kita juga meminta peternak untuk membuat surat keterangan untuk tidak melakukan aktivitas jual beli ternak,” ungkapnya.
Ia menegaskan dengan adanya kasus PMK, Polres Demak akan memperketat penyekatan arus lalu lintas ternak di titik titik perbatasan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono saat meninjau ternak milik warga. (Humas Polres Demak)[/caption]
MURIANEWS, Demak – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, mencatat 46 ekor sapi dan kerbau terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dari laporan tersebut, Polres Demak mengintensifkan monitoring peternakan dan pemeliharaan hewan di Kabupaten Demak.
”Dari pemeriksaan yang kita lakukan pertanggal 28 Mei kemarin, ada 35 ekor yang terjangkit, sekarang Senin (30/5/2022), ada 46 ekor sapi dan kerbau yang terjangkit PMK,” kata Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono di peternakan Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Senin (30/5/2022).
Budi mengungkapkan, tim gabungan TNI, Polri dan Dinas Pertanian telah melakukan penanganan dengan menyuntikkan antibiotik, vitamin dan penyemprotan disenfektan pada setiap kandang ternak.
”Saat ini, kita sudah lakukan karantina atau isolasi terhadap ternak yang terjangkit. Selain itu, kita juga meminta peternak untuk membuat surat keterangan untuk tidak melakukan aktivitas jual beli ternak,” ungkapnya.
Ia menegaskan dengan adanya kasus PMK, Polres Demak akan memperketat penyekatan arus lalu lintas ternak di titik titik perbatasan.
”Jadi kita sudah melakukan pemeriksaan di dua titik, Pos Lantas Jebor dan Jalan Lingkar Soekarno Hatta. Kita sudah lakukan penyekatan, baik pemeriksaan administrasi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dan kesehatan hewan itu sendiri. Dengan adanya kasus, kita akan lebih memperketat arus lalu lintas hewan dari Purwodadi, Grobogan dan wilayah Pati,” terang Kapolres Demak.
Dari pengecekan dilakukan di kandang ternak di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung, petugas menutup sementara aktivitas dengan menempelkan imbauan.
Selain itu, pemilik ternak juga diminta membuat surat untuk tidak membeli atau menjual hewan ternak selama karantina hewan.
Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi