Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Peristiwa orang gantung diri terjadi di Pabelan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/8/2022). Pelaku berjenis kelamin pria itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah pohon kokosan.

Peristiwa ditemukannya orang gantung diri itu kali pertama diketahui oleh warga setempat bernama Safroni (57). Saksi menemukan mayat pria yang tergantung di pohon kokosan itu sekitar pukul 06.15 WIB, saat ia melintas di perkebunan.

Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika membenarkan peristiwa penemuan mayat seorang pria yang gantung diri di pohon kokosan itu. Dugaan sementara, pria yang sehari-hari diketahui bekerja sebagai karyawan swasta itu nekat menghabisi nyawanya sendiri karena permasalahan keluarga.

Baca juga: Mayat Pria dengan Kondisi Masih Mengenakan Helm Ditemukan di Saluran Air Selogiri Wonogiri

”Betul, untuk kejadian gantung diri di Pabelan sudah ditangani Polsek Pabelan dan Tim Inafis Polres Semarang,” ujar Kapolres Semarang, dikutip dari Solopos.com, Selasa (30/8/2022).

Sementara itu, Kapolsek Pabelan AKP Kusyono mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau dengan kata lain korban melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri di pohon.

”Menurut keterangan sementara dari Tim Inafis, Unit Reskrim Polsek Pabelan, dan Dinas Kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban murni melakukan bunuh diri,” tegas kapolsek.Aparat polisi juga telah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari keluarga korban. Dari hasil penyelidikan itu ditemukan secarik kertas yang berisi ungkapan hati korban sebelum melakukan bunuh diri di pohon kokosan yang ada di wilayah Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.”Sesuai permintaan keluarga, korban tidak dilakukan autopsi. Jenazah korban sudah kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Adapun latar belakan korban melakukan bunuh diri karena masalah keluarga. Ini didasari keterangan saksi, keluarga dan barang bukti yang ditemukan,” pungkas Kusyono.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler