Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil tidak setuju dengan solusi yang diberikan oleh wakilnya, Uu Ruzhanul Ulum yang memberikan solusi bahwa poligami dapat menekan laju HIV/AIDS.

Hal itu lantaran selama ini Pemerintah provinsi (Pemprov) jabar melakukan beragam program dan agenda untuk mendeteksi dan menangani masalah HIV/AIDS di Jabar. Bahkan dalam pelaksanannya juga dilaksanakan secara progresif.

”Dan pendapat pribadi Pak Wagub Uu Ruzhanul Ulum terkait poligami sebagai solusi, saya pribadi tidak sependapat,” ujar Emil, dikutip dari akun Instagramnya, @ridwankamil, Selasa (30/8/2022).

Baca: Tekan Angka HIV/AIDS, Wagub Jabar Berikan Solusi Poligami 

Adapun kegiatan yang sudah dilakukan Pemprov Jabar, yaitu melakukan skrining dini tes HIV pada populasi kunci, ibu hamil pasien TB, warga binaan pemasyarakatan (WBP) di layanan maupun secara mobile.

Pemda juga melakukan perluasan layanan konseling tes HIV, perawatan dukungan, dan pengobatan.

Pemprov Jabar juga sudah melakukan peningkatan kapasitas petugas puskesmas dalam pengembangan layanan tes and treat, evaluasi triple eliminasi dengan sasaran ibu hamil yang dites HIV, sifilis, dan hepatitis untuk mengeliminasi pada bayi lahir dari ibu positif HIV, sifilis, dan hepatitis.Baca: Ganjar, Anies Hingga Ridwan Kamil Kompak Tarik Tambang ”Dilakukan juga pemantauan desentralisasi obat ARV di 27 kabupaten/kota di Jabar, pemeriksaan viraload bagi ODHA guna melihat evaluasi penggunaan ARV pada ODHA, serta melakukan pertemuan terkait kolaborasi TB HIV,” katanya.Kemudian pihaknya juga telah melakukan kegiatan pemetaan populasi kunci untuk mendapatkan gambaran estimasi populasi kunci. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler