Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Salatiga – Satu pengeroyok TNI AD di Salatiga meninggal dunia usai menjalani perawatan di RST Dr Asmir Salatiga. Sementara empat lainnya masih menjalani perawatan.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangannya di laman tniad.mil.id mengatakan, satu pengeroyok TNI di Salatiga yang meninggal diketahui bernama Argo Wahyu Pamungkas.

Ia meninggal usai dicari anggota TNI AD setelah melakukan pengeroyokan bersama empat orang temannya kepada Pratu RW saat mengantarkan istrinya yang sedang hamil 6 bulan menuju Pasar Blauran.

Baca: Anggota TNI Dikeroyok Lima Pemuda Mabuk di Salatiga

Tatang menjelaskan, saat pengeroyokan berlangsung, istri Pratu RW yang panik dan ketakutan melihat suaminya dikeroyok dan tersungkur di jalan, meminta pertolongan di WhatsApp Group leting suaminya.

Dari situ, anggota langsung menuju lokasi kejadian. Sayangnya, kelimanya sudah meninggalkan lokasi dan dilakukan pencarian.

”Kelima pelaku dicari dan akhirnya ditemukan oleh anggota. Mereka kemudian dibawa ke Yonif MR 411/6/2 Kostrad. Setelah itu, kelimanya dilarikan ke RST Dr Asmir Salatiga karena mengalami luka-luka,” katanya.

Setelah mendapatkan perawatan, pada Jumat (2/9/2022) satu orang pengeroyok yaknu Argo Wahyu Pamungkas dinyatakan meninggal dunia. Sementara empat orang lainnya masih menjalani pengobatan di RST DrAsmir Salatiga.

Baca: Viral Anggota Brimob Meninggal dan Kopasus Terluka Dikeroyok Orang di Kebayoran Baru

Tatang pun mengaku kasus kematian salah satu pengeroyok itu saat ini ditangani Denpom IV/3 Salatiga dan Polres Salatiga.

”Kejadian ini sedang ditangani Denpom IV/3 Salatiga yang berkoordinasi dengan pihak Polres Salatiga untuk proses lebih lanjut,” tegasnya.Sebelumnya, Seorang anggota TNI AD yang bertugas di Yonif 411/6/2 Kostrad bernama Pratu RW dilarikan ke rumah sakit RST Dr Asmir Salatiga. Hal itu terjadi setelah ia dikeroyok lima pemuda bertato yang diduga mabuk di Pasar Blauran Kota Salatiga, Kamis, (1/9/2022).Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangannya di laman tniad.mil.id, membenarkan pengeroyokan tersebut.”Kejadian tersebut berawal saat Pratu RW yang membonceng istrinya saudari D yang sedang hamil 6 bulan menuju Pasar Blauran. Saat perjalanan Pratu RW diserempet Pickap Suzuki Carry yang dikendarai kelima pelaku,” katanya.Baca: Oknum TNI Sebabkan Warga Meninggal, Dandim Kudus : Saya Minta MaafPikap tersebut diketahui dikendarai Argo Wahyu Pamungkas beserta 4 orang temannya. Saat serempetan tersebut Pratu RW sempat dibentak, namun yang bersangkutan tidak dihiraukan.”Sesampainya di Pasar Blauran, Pratu RW dihentikan oleh saudara Argo Wahyu Pamungkas serta melakukan pengeroyokan bersama keempat temannya tersebut,” ungkapnya.Istri Pratu RW yang panik dan ketakutan melihat suaminya dikeroyok dan tersungkur di jalan, meminta pertolongan di WhatsApp Group leting suaminya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: tniad.mil.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler