Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Puluhan kasus penyalahgunaan BBM bersidi yang dibongkar Polda Jateng memiliki berbagai modus. Selain memodifikasi mobil atau truk, para tersangka yang diamankan juga menimbun bahkan mengoplos BBM tersebut.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat menggelar jumpa pers kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi, Senin  (5/9/2022).

”Rata-rata, tersangka penyalahgunaan BBM bersubsidi memodifikasi truk-truk tangki untuk mencari keuntungan di masing-masing SPBU,” katanya seperti dikutip Kompas.tv.

Ia menjelaskan, saat ini hampir SPBU seluruh Jawa Tengah sudah diduduki oleh anggota Polri untuk mengeliminir manakala terjadi ada lonjakan. Dari situ petugas juga mengetahui adanya indikasi penimbunan.

Baca: 50 Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Dibongkar Polda Jateng, 66 Orang Jadi Tersangka

”Tujuannya satu untuk mencari keuntungan adanya subsidi maupun fluktuatif harga,” terangnya

Modus lainnya, sambung Irjen Ahmad Lutfhi, tersangka penyalahgunaan BBM bersubsidi mengoplos bahan bakar jenis pertalite dengan kondesat minyak mentahan, kemudian dicampur dengan bahan kimia dan dijual harga pertamax untuk mencari keuntungan.”Di samping itu para pelaku juga menjual dengan lintas provinsi, jadi ngolahnya di Jawa Tengah kemudian jualnya lintas provinsi maupun di perusahaan-perusahaan yang itu sudah terdeteksi oleh jajaran kriminal khusus Polda Jawa Tengah,” katanya.Karena itu, pihaknya menginstruksikan jajarannya untuk mengamankan distribusi di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).”Sudah saya kerahkan jajaran Polda. Tidak ada SPBU yang tidak diduduki personel kami,” tegas dia. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Kompas.tv

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler