Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Cilacap – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan di Cilacap, Sabtu (17/9/2022).

Tak sendiri, dalam peresmian tersebut, Erick Tohir didampingi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki, anggota DPR RI Adisatrya Suryo Sulistio, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, dan Sekda Cilacap Awaluddin Muuri di kompleks dermaga PPS Cilacap.

Erick mengatakan, pendirian SPBU Nelayan ini untuk memberikan kemudahan kepada para nelayan untuk memperoleh BBM subsidi jenis solar.

”Jadi hari ini untuk memberikan akses di mana harga BBM yang selama ini mungkin didapatkan dengan harga Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu, hari ini kita pastikan harganya Rp 6.800 lewat SPBUN ini,” ujar Erick Thohir dalam keterangannya seperti dikutip serayunews.com.

Selain itu, kedatangannya juga memastikan koperasi sebagai ujung tombak supaya BBM bersubsidi tepat sasaran. Serta mendorong pembiayaan untuk nelayan, dengan melibatkan perbankan, kemudian pemberdayaan perempuan nelayan dengan membuat berbagai macam olahan.

”Karena dengan koperasi pasti ada nama dan alamat serta sistim digitalnya, kalau ada yang bawa jeriken tidak masalah karena ada bercodenya. Kalau ini berjalan dengan baik, kita tujuh lokasi akan kita lakukan, dan berjalan dengan baik di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, kementerian akan membantu memperhatikan hasil tangkapan nelayan agar menghasilkan keuntangan dan kesejahteraan bagi nelayan sendiri.”Dari hulunya pembiayaan akses ke bahan bakar, dan mungkin diperlukan di tempat lain misalnya pabrik es, atau nanti kita carikan apakah untuk pasar dalam negeri atau keluar. Nanti nelayan akan mempunyai keuntungan maksimum,” ujarnya.Sementara itu, Ketua KUD Mino Saroyo Untung Jayanto mengatakan, adanya SPBUN direspons baik oleh nelayan, dan hingga hari pertama di resmikan sudah ada sekitar 1000 kartu yang dimiliki nelayan.”Semua sudah terintegrasi dengan KUD Minosaroyo. Semua pemilik kapal, per byname sudah ada Jumlah anggota kami 8441, baik aktif maupun pasif, namun semua akan diakomodir,” ujarnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: serayunews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler