Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Seorang Pemandu Karaoke (PK) berinisial L (31) dikeroyok tiga orang seprofesi di kompleks hiburan malam karaoke Sunan Kuning. Akibatnya, L dikabarkan mengalami luka berat dan sempat menjalani perawatan.

Berdasarkan informasi, korban dikeroyok sesama PK di depan kafe tempatnya bekerja, Wisma Karaoke Arum Dalu, Jalan Argorejo IV Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (15/9/2022).

Pengeroyokan itu pun tersebar di media sosial (medsos) pada Kamis (29/9/2022). Bahkan, dalam info yang tersebar di medsos itu tiga tersangka pelaku pengeroyokan yang juga perempuan pemandu lagu telah ditangkap aparat kepolisian.

Ketua Paguyuban Karaoke (Pakar) Argorejo Rohmad membenarkan peristiwa pengeroyokan yang melibatkan para PK itu. Meski demikian, ia mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah ramai diperbincangkan publik di medsos.

”Terkait peristiwa (pengeroyokan) itu, sampai detik ini kami belum menerima laporan. Makanya, kami keget ketika muncul (berita) di medsos. Setahu kami, kejadian sekecil apa pun pasti dilaporkan ke Pakar,” kata Rohmad seperti dikutip Solopos.com, Jumat (30/9/2022).

Rohmad pun berharap pertengkaran antar-PK hingga berujung pengeroyokan tidak kembali terjadi. Pihaknya juga akan menjadi mediator untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai.”Harapan kami, bisa diselesaikan, jangan sampai masuk ranah hukum. Saat ini kami juga belum tahu secara pasti korban dan pelakunya. Jadi, cepat atau lambat kami akan segera menemui korban,” ujarnya.Saat ini ada sekitar 350 perempuan yang bekerja sebagai pemandu karaoke atau PK di Argorejo yang dulu dikenal sebagai kawasan prostitusi Sunan Kuning di Semarang. Para PK ini berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler