Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Kepala BPBD Jateng Bergas C Penanggungan meminta semua BPBD di 35 kabupaten/kota mengaktifkan posko kebencanaan. Dengan begitu koordinasi akan lebih mudah saat ada bencana.

Selain posko, Bergas juga meminta badan penanggulangan bencana aktif berkoordinasi dengan dinas terkait. Ia pun mengingatkan, bencana tak bisa diatasi oleh satu instansi saja.

”Pertama komunikasi, kemudian kuncinya percepatan penanganan. Dari segi logisitik kami dari BPBD provinsi siap melakukan pendampingan, support dan cover berkait dengan kebutuhan dan sekiranya ada kekurangan,” katanya.

Baca: Pimpin Apel Kebencanaan, Ganjar Ingatkan Respon Cepat Antarinstansi

Terkait personel dan anggaran, Bergas menyebut sudah siaga. Hal itu berlaku juga untuk penggunaan dana siaga bencana.

”Personel di semua kabupaten/kota ada relawan dan BPBD serta instansi terkait. Dana siaga bencana ketika ada penetapan status keadaan darurat, maka pemerintah bisa menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT),” ungkapnya.
”Personel di semua kabupaten/kota ada relawan dan BPBD serta instansi terkait. Dana siaga bencana ketika ada penetapan status keadaan darurat, maka pemerintah bisa menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT),” ungkapnya.Ia menjelaskan, saat ini, semua OPD sudah diberikan anggaran. Untuk penggunaan tinggal syarat dan pendukung untuk bisa memanfaatkan dan menggunakannya untuk penanganan bencana.Ia menambahkan, bencana hidrometerologis sudah terjadi di beberapa wilayah yang berkait dengan cuaca ekstrem.”Beberapa kabupaten sudah terdampak (cuaca ekstrem) khususnya Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, kemudian Temanggung, Banjarnegara dan Semarang,” tambahnya. Reporter: SupriyadiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler