Kota Semarang Terima 1.800 Dosis Vaksin, DKK: Hanya Bertahan 2 Hari
Murianews
Selasa, 18 Oktober 2022 18:02:59
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Semarang – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang mendapat alokasi 1.800 dosis vaksin Covid-19. Namun jumlah tersebut hanya bisa bertahan dua hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan 1.800 dosis itu merupakan realokasi dari Kabupaten Pemalang dan tiba pukul 19.00 WIB hari Senin (17/10) kemarin.
”Dapat 300 vial atau 1.800 dosis itu jam 19.00 langsung bagi dua tempat, Puskesmas Pandanaran dan rumah dinas (Rumdin Walkot Semarang),” kata Hakam seperti dikutip detikJateng, Selasa (18/10).
Saat ditanya berapa lama stok vaksin itu bisa memenuhi kebutuhan, Hakam menjelaskan jika asumsi per hari 1.000 dosis maka hanya cukup untuk dua hari.
”Tergantung, kalau 1.800 kalau sehari 1.000 ya dua hari,” tegasnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Murianews/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Semarang – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang mendapat alokasi 1.800 dosis vaksin Covid-19. Namun jumlah tersebut hanya bisa bertahan dua hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan 1.800 dosis itu merupakan realokasi dari Kabupaten Pemalang dan tiba pukul 19.00 WIB hari Senin (17/10) kemarin.
”Dapat 300 vial atau 1.800 dosis itu jam 19.00 langsung bagi dua tempat, Puskesmas Pandanaran dan rumah dinas (Rumdin Walkot Semarang),” kata Hakam seperti dikutip detikJateng, Selasa (18/10).
Saat ditanya berapa lama stok vaksin itu bisa memenuhi kebutuhan, Hakam menjelaskan jika asumsi per hari 1.000 dosis maka hanya cukup untuk dua hari.
”Tergantung, kalau 1.800 kalau sehari 1.000 ya dua hari,” tegasnya.
Sementara itu terkait vaksinasi ke depannya, Hakam menjelaskan pihaknya juga menunggu distribusi dari Kemenkes. Termasuk menantikan launching dari vaksin dalam negeri.
”Dari Kemenkes, seperti yang saya sampaikan itu masih menunggu ada distribusi dan distribusi vaksin dalam negeri. Belum tahu kapan, segera di-launching dan distribusi,” jelasnya.
Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: detikJateng