Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Banjarnegara – Badan Penanggulanag Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 40 kasus longsor yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara selama Oktober 2022. Dari total kasus tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aris Sudaryanto mengatakan, 40 kasus tanah longsor itu terjadi baik dalam skala kecil maupun sedang. Tak hanya itu, pergerakan tanah juga memutus akses jalan Sidengok Pejawaran menuju Batur.

”Kondisi ini terjadi, setelah sebelumnya wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari 3 jam,” katanya seperti dikutip serayunews.com, Senin (24/10/2022).

Baca: Longsor Banjarnegara Tewaskan Dua Orang, Begini Kronologinya

Ia pun menjelaskan, saat ini intensitas hujan di wilayah Kabupaten Banjarnegara, masih cukup tinggi. Karena itu, ia mengingatkan warga yang tinggal di perbukitan dan zona merah bencana, untuk mewaspadai pergeraka tanah, khususnya saat hujan lebat dengan durasi yang lama.

”Kami terus meningkatkan kominkasi dengan BMKG dan BPBD provinsi. Saat ini intensitas hujan memang masih tinggi. Karenannya semua warga harus waspada saat hujan turun,” teranganya.

Ia menambahkan, berdasarkan peta kedaruratan bencana, beberapa daerah yang masuk zona rawan tanah gerak dan longsor.
Baca: Longsor! Jalan Desa di Banjarnegara Terputus, Satu Rumah JebolDaerah tersebut yakni Kecamatan Bawang bagian selatan, Pagedongan, Karangkobar, Wanadadi, Banjarnegara, Pejawaran, Punggelan, Pandanarum, Pagentan, Wanayasa, Banjarmangu, dan Kecamatan Susukan.”Beberapa pergerakan tanah skala kecil sudah terjadi, bahkan terakhir pergerakan tanah di Desa Sidengok RT 4 RW 1 Kecamatan Pejawaran ini, sudah memutus akses jalan. Bahkan panjang jalan yang ambles, sudah mencapai sekitar 250 meter dengan kedalaman mencapai 8 meter,” ungkapnya.Saat ini semua relawan dan daerah juga sudah diminta untuk membuat posko kebencanaan. Dengan begitu, ketika bencana datang, warga tak panik untuk mengungsi ataupun melakukan kegiatan tanggap bencana. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: serayunews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini