Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Dalmadi mengatakan, pemusnahan bahan peledak itu dilakukan di sekitar lokasi penemuan, yakni di areal pemakaman umum Dukuh Ngargoloko, Desa Ngargoloko. Lokasi itu juga jauh dari permukiman penduduk.

Dari delapan granat yang ditemukan, enam granat di antaranya masih utuh. Keenam granat itu berbentuk bulat lonjong seperti bandul timbangan anting dan diduga sebagai geranat lempar.

”Granat itu memiliki ukuran tinggi sekitar 10 cm dan diameter 5 cm. Granat-granat itu ditemukan oleh warga di wilayah lereng Gunung Merbabu itu pada Jumat (28/10/2022) kemarin,” katanya seperti dikutip Detikjateng.com.

Saat itu warga sedang bergotong-royong membangun pagar makam. Saat menggali tanah untuk fondasi pagar, warga menemukan bahan peledak itu.

Kemudian granat ditaruh di atas kijing. Warga pun memberitahukan temuan itu ke Kepala Desa (Kades) setempat yang selanjutkan sore kemarin dilaporkan ke Polsek Ampel.

Petugas Polsek melaporkannya ke Polres Boyolali dan diteruskan ke tim Jibom Brimob Polda Jateng untuk penanganan lebih lanjut.

Baca: Gali Fondasi Makam, Warga Boyolali Malah Temukan 8 Granat

Hari ini tim Jibom Brimob turun ke lokasi penemuan. Granat-granat itu kemudian dimusnahkan dengan cara diledakkan. Kegiatan peledakan granat itu dilaksanakan dua kali.”Setelah diledakkan oleh tim Jibom, benar benda tersebut adalah granat lempar,” jelasnya.Sebelumnya, warga setempat menemukan granat itu kala menggali fondasi utnuk pembuatan pagar makam. Saat di kedalaman satu meter, warga menemukan granat.Menurut Kepala Desa Ngargoloko, Jarwanto, temuan bahan peledak di desanya sudah beberapa kali. Sebab, sebelumnya juga pernah ditemukan mortir. Dari cerita tutur turun temurun, di wilayah desa ini dulu merupakan markas Belanda.”Banyak temuan-temuan benda seperti itu, granat, mortir. Saya juga pernah mencangkul di kebun saya di Dukuh Malibari, Ngargoloka menemukan mortir. Ujungnya masih kempling itu, cuma badannya sudah berkarat,” cerita Jarwanto. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detikjateng.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler