Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tim BNPB tersebut meninjau kondisi Desa Siwarak, Minggu (30/10/2022) kemarin. Mereka datang ke sejumlah lokasi bencana, khususnya di RT 4 RW 7 yang mengalami kerusakan parah.

Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Umar Fauzi menyebutkan, Tim BNPB dipimpin langsung Iwan Hasanudin, Staf Direktorat Sumber Daya Darurat Deputi 3 Penanganan Darurat BNPB.

Baca: Bikin Terauma, Kades Siwarak Purbalingga Usulkan Relokasi

”Dari kunjungan tersebut, BNPB juga memberikan beberapa usulan. Yang pertama adalah perlu adanya pemberian rambu bencana alam di lokasi terdampak. Selanjutnya juga perlu ada kajian mengenai lokasi yang akan dijadikan kawasan relokasi bagi warga yang terdampak bencana alam tersebut,” kata Umar, seperti dikutip serayunews.com.

Selain melakukan peninjauan ke lokasi bencana, Tim BNPB juga memantaua dapur umum yang disediakan untuk warga yang berada di pengusian.

Sebelumnya bencana tanah longsor dan banjir melanda tiga desa di Kecamatan Karangreja. Masing-masing Desa Tlahab Lor, Desa Karangreja, dan Desa Siwarak. Curah hujan yang tinggi dan kondisi perbukitan yang gundul membuat tiga desa tersebut diterjang bencana alam.
Baca: Longsor Rusak 48 Rumah Warga, Siwarak Purbalingga Seperti Desa MatiBencana alam tersebut juga menyebabkan 135 KK 455 jiwa mengungsi. Perinciannya warga Desa Siwarak yang mengungsi sebanyak 66 KK 209 jiwa, warga Tlahab Lor 55 KK 201 jiwa, dan warga Karangreja 14 KK 45 jiwa.”Pemkab Purbalingga sudah menurunkan tim ahli dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Bagaimana penanganan pasca bencana alam tersebut, kami menunggu rekomendasi dan hasil analisa dari tim ahli tersebut,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) dalam kesempatan terpisah. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Serayunews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler