Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Andri Sulistyo membenarkan pengajuan status tanggap darurat bencana itu. Saat ini pihaknya pun masih menunggu persetujuan dari Gubernur.

Andri mengatakan BPBD telah menggelar rapat koordinasi dengan Penjabat (Pj) Bupati Banjarnegara dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan dampak bencana hidrometeorologi. Selain itu, BPBD Banjarnegara juga akan memetakan daerah-daerah yang rawan bencana, terutama tanah longsor.

”Kami juga mendorong untuk bisa dilakukan pemasangan early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini di daerah yang berpotensi longsor,” jelasnya seperti dikutip Antara.

Berdasarkan catatan BPBD Banjarnegara, selama Oktober 2022 sudah ada 96 kejadian bencana di Banjarnegara. Ke-96 kejadian bencana itu terdiri dari 80 tanah longsor, tiga banjir, 9 angin kencang, dan empat kebakaran.

Dari puluhan bencana itu, satu orang meninggal dunia dan 8 orang mengalami luka-luka. Sedangkan 18 rumah mengalami kerusakan berat, 18 rumah rusak sedang, 58 rumah rusak ringan, dan 30 rumah terancam rusak.
”Bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur berupa jalan, jembatan, dan talut di 23 titik. Kemudian fasilitas sosial di tiga titik, serta perekonomian seperti pertanian, kehutanan, peternakan, pasar, dan perkebunan di enam titik,” terangnya.Menurut data BPBD, selama Oktober 2022 bencana berdampak pada 380 warga dan menimbulkan kerugian mencapai Rp1.219.350.000 di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Antara

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler