Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berdasarkan informasi, kejadian guru menampar murid tersebut diduga terjadi di SMPN 1 Sawit Boyolali pada Selasa (1/11/2022).

Dalam video yang beredar terlihat sang guru menampar murid dua kali seorang siswa laki-laki yang memakai jas sekolah berwarna biru. Kejadian itu kemudian dilerai oleh siswa laki-laki lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Darmanto, membenarkan kejadian tersebut terjadi di SMPN 1 Sawit.

”Yang terkait dengan kejadian tersebut, ringkas saja saya sampaikan apa pun alasannya, bagaimana pun kronologinya, itu enggak boleh ada kekerasan fisik,” jelasnya seperti dikutip Solopos.com, Rabu (2/11/2022).

Darmanto mengatakan kekerasan baik fisik maupun nonfisik termasuk dosa besar selain dengan intoleransi dan pelecehan seksual.

Darmanto menyampaikan pada Senin (31/10/2022), dirinya sempat menjadi pembina upacara di SMP tersebut sekaligus pada momen pergantian kepala sekolah yang akan pensiun dengan yang baru.

”Tadi malam (masalah itu) sudah saya kirim ke Pak Kepala Bidang. Kemudian, Senin itu sekaligus melepas kepala sekolah lama lalu diampu dari Kepala Sekolah SMPN 2 Banyudono, tadi pagi ke sekolah untuk klarifikasi,” lanjutnya.Darmanto menyampaikan Kepala SMPN 1 Sawit telah dimintai keterangan di Polsek setempat terkait guru menampar murid di Boyolali ini. Namun, dirinya belum mendapatkan laporan sebagai bahan untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.Lebih lanjut, Darmanto menegaskan bahwa pendidikan itu merupakan tanggung jawab keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Sehingga, tidak boleh ada kekerasan oleh orang tua, masyarakat, dan oleh guru.Saat disinggung terkait kronologi, Darmanto mengatakan masih menunggu laporan dari Kepala SMPN 1 Sawit. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler