Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika H. A. menyatakan saat ini Polres Semarang tengah mendalami kasus pencurian dua sekolah negeri itu.

”Saksi dari pihak sekolahan, baik dari SDN Lerep 01 maupun SMPN 6 Ungaran masih kami mintai keterangan di Polres,” ujar Kapolres seperti dikutip Solopos.com, Rabu (9/11/2022).

Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Kresnawan Hussein, menjelaskan kejadian kali pertama terjadi di SMPN 6 Ungaran kemudian pelaku menyasar SDN Lerep 01.

Di SMPN 6 Ungaran, Kapolres mengatakan pencurian kali pertama diketahui penjaga sekolah, Supriyadi, 50, saat melakukan pengecekan lingkungan sekolahan, Senin malam pukul 23.30 WIB.

Saat itu, ruangan TIK sudah berantakan dan peralatan komputer sudah dikumpulkan menjadi satu. Selanjutnya penjaga sekolah menghubungi Didik, 37, staf sarana dan prasarana.

Kemudian mengecek bersama sama diketahui satu unit laptop raib dibawa pelaku.

Sedangkan pencurian di SDN Lerep 01, kata Kapolres, diketahui oleh penjaga sekolah, Agung, 32, sekitar pukul 01.00 WIB Selasa dini hari.Pada saat kontrol sekolah mendapati ruang guru dan ruang komputer dalam keadaan pintu terbuka dan melaporkan kepada guru dan Bhabinkamtibmas Lerep. Setelah dilakukan pengecekan diketahui 15 laptop raib dibawa pelaku.”Dikarenakan lokasi antara SDN Lerep 01 dan SMPN 6 Ungaran berada di satu wilayah di Desa Lerep, dimungkinkan pelaku sudah merencanakan untuk membobol kedua sekolahan tersebut dalam waktu satu malam. Dan dari kedua sekolahan ini, pelaku berhasil membawa total 16 laptop dengan cara merusak gembok teralis besi serta mencongkel pintu ruang komputer maupun ruang guru,” jelas Kapolres.Saat ini, Polres Semarang sedang melakukan peyelidikan atas kejadian yang menimpa dua sekolah negeri ini, baik dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler