Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala SDN 3 Balepanjang Agus Setyono menjelaskan, dugaan keracunan tersebut diketahui saat para siswa hendak masuk kelas sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, lima siswa muntah-muntah usai mengkonsumsi cilor yang dijual PKL di sekitar sekolah.

Baca: Diduga Keracunan Jajanan, 33 Siswa MI di Magelang Dilarikan ke Rumah Sakit

”Kemudian, kelima siswa saya bawa ke unit kesehatan sekolah (UKS) dan saya beri air kelapa untuk menetralisir racunnya. Setelah itu, ternyata ada siswa lagi yang keracunan,” kata Agus seperti dikutip Solopos.com, Rabu (16/11/2022).

Ia menyebutkan, total siswa yang keracunan berjumlah 20 anak. Mereka segera dilarikan ke Puskesmas Baturetno begitu diketahui banyak anak yang keracunan.

Tenaga kesehatan di puskesmas segera menangani anak-anak dengan memberikan susu. Beberapa anak perlu diberikan infus.

”Ada yang sempat sesak napas juga . Tapi berhasil ditangani dokter puskesmas. Alhamdulillah mereka di puskesmas sampai pukul 15.00 WIB. Setelah itu, anak-anak sudah di rumah masing-masing dan telah pulih kembali,” ujar dia.

Agus menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya siswa membeli cilor seharga Rp 1.000 dan mendapat bonus satu cilor. Informasi yang didapat agus dari anak-anak, satu cilor yang menjadi bonus itu rasanya pahit dan asam. Namun anak-anak tetap memakan cilor tersebut.

Baca: Sembilan Siswa SD di Grobogan Keracunan Permen, Ini Pengakuan Penjualnya”Namanya anak-anak, mungkin karena senang dapat bonus, cilor itu tetap mereka makan,” ucap Agus.Dia melanjutkan, sekolah sudah mengimbau para siswa agar tidak membeli jajan di luar sekolah lantaran sekolah telah menyediakan kantin. Selain itu, siswa disarankan membawa bekal makanan dari rumah.”Bahkan sekolah meminta fotokopi KTP [kartu tanda penduduk] kepada para pedagang yang berjualan di sekolahan. Sebenarnya kami tidak kurang-kurang untuk meminimalisasi anak-anak jajan sembarangan. Tapi namanya anak-anak, kadang susah kalau diatur,” katanya.Kejadian keracunan yanh dialami anak-anak ini merupakan kali pertama di SDN 3 Balepanjang. Agus berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler