Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Disdikbud Karanganyar, Yopi Eko Jatiwibowo. Ia pun menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan screening.

”Masih kami screening lagi. Data terakhir sih ada 44 SD yang deal digabung. Tapi ini juga masih didata lagi,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Kamis (17/11/2022).

Baca: Diduga Keracunan Cilor, 20 Siswa SD 3 Balepanjang Dibawa ke Puskesmas

Ia menyebutkan, selain lokasi dan jumlah siswa, kepadatan penduduk dan potensi jumlah siswa TK yang akan masuk SD juga menjadi alasan tersendiri.

”Paling cepat penggabungan itu baru akan direalisasikan tahun depan,” ungkapnya.
Sejauh ini, lanjutnya, rencana penggabungan tersebut mendapat dukungan dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Minimnya murid, satu kelas kurang dari 10 anak, menurut Bupati, memengaruhi kegiatan belajar mengajar di sekolah.”Selain itu, kalau muridnya sedikit, kasihan juga. Secara psikologis, mau belajar malah jadi tidak semangat, karena temannya sedikit,” kata Bupati belum lama ini. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler