Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung Adi Wibowo menjelaskan, penambahan anggaran tersebut diberikan seiring datangnya musim hujan. Hanya saja, ia memastikan perawatan jalan sudah dilakukan sejak awal tahun.

”Pemeliharaan rutin terus kami lakukan, apalagi di musim hujan dengan cuaca ekstrem seperti ini yang dapat mempercepat degradasi kerusakan ruas jalan,” katanya seperti dikutip Antara.

Baca: Perbaikan Jalan di Jepara Sudah 70 Persen

Adi menyampaikan akhir-akhir ini memang cuaca cukup ekstrem, jadi degradasi kerusakan jalan itu cukup tinggi. Terutama di daerah pegunungan seperti Tretep, Wonoboyo, Bejen, Gemawang, dan Kaloran.

Ia menyebutkan alokasi anggaran untuk pemeliharaan rutin jalan di Kabupaten Temanggung senilai Rp 5 miliar setahun.

”Kalau perbaikan jalan sifatnya pemeliharaan rutin untuk menambal lubang-lubang jalan, kami menyediakan material yang cepat dan bisa segera untuk penanganan,” kata dia.

Sementara, tambahan Rp 3 miliar di anggaran perubahan difokuskan untuk penanganan jalan di tiga wilayah, yakni Tretep, Kandangan, dan Ngadirejo.
Terkait kebencanaan yang mengakibatkan kerusakan jalan atau menjadi pekerjaan bina marga, pihaknya telah menyiapkan tim khusus.Ia menyebutkan pertama dari staf bina marga ada koordinator masing-masing wilayah, kemudian juga dibantu oleh unit pelayanan teknik daerah (UPTD).”Kami mempunyai enam UPTD, personel dari masing-masing UPTD lebih dari 15 orang, kalau dari staf bina marga dua hingga delapan orang,” kata dia.Ia menyampaikan peralatan untuk penanganan bencana selalu siap, seperti excavator dan dump truck. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Antara

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler