Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, delapan desa tersebut diketahui berada di Kecamatan Weru. Sementara ketinggian air bervariasi antara 30 – 70 sentimeter.
Kepala BPBD Sukoharjo, Sri Maryanto mengatakan delapan desa yang terendam banjir yakni Desa Krajan, Desa Karangtengah, Desa Tegalsari, Desa Karangwuni, Desa Grogol, Desa Tawang, dan Desa Karakan.
Baca: Bengawan Solo Meluap, 2 Kelurahan di Wonogiri Terendam Banjir
Saat ini, pihaknya pun mengaku masih menghimpun data terkait berapa rumah yang terdampak banjir. ”Sementara masih pendataan,” kata Sri seperti dikutip Solopos.com, Sabtu siang.
Dia menjelaskan,banjir yang terjadi di Kecamatan Weru muncul setelah hujan lebat terjadi selama lebih dari dua jam pada Jumat (18/11/2022) pukul 18.00 WIB disertai kirimaan air dari wilayah Gunung Kidul.
Akibat kejadian itu, sebanyak 15 warga diungsikan ke rumah Kepala Desa Tegalsari, dan 20 orang dari Tegalsari dan Desa Tawang mengungsi di Kantor Kecamatan Weru.
Sementara itu warga Kalimider Johan mengaku, mendengar kabar dari Desa Grogol, Karangtengah, dan Karangwuni terjadi hujan, Jumat (18/11/2022) pukul 22.00 WIB.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



