Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kasi Humas Polres Sragen Iptu Ari Pujianto mengatakan, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Ia pun menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (19/11/2022) lalu.

”Benar. Kita proses di Polres Sragen. Tentunya baru proses penyelidikan. Tapi yang pasti, sudah kami tindaklanjuti,” katanya seperti dikutip Detik Jateng, Selasa (22/11/2022).

Baca: Santri di Mojokerto Meninggal Diduga Dianiaya Senior

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, lanjutnya, sebelum meninggal dunia, korban sempat mendapatkan pembinaan dari seniornya. Bahkan, korban sempat dipukul. Hanya saja, pemukulan tersebut tidak ada unsur dendam.

”Itu tindakan senior ke juniornya. Istilahnya, kayak tradisi indisipliner dari senior kepada junior,” ucapnya.

Ari menambahkan, meski ada pemukulan dari hasil visum korban, tak ditemukan luka lebam bekas pukulan. Sehingga dimungkinkan ada faktor lain penyebab kematian korban.Baca: Santri Gontor Tewas Dianiaya, Hotman Paris: Harusnya Dokter Juga Jadi Tersangka”Ada pemukulan, mungkin kondisi korban tidak fit, karena dari hasil visum tidak ada lebam di dada. Kita tidak tau kondisinya korban sebelum dipukul seperti apa,” tambahnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik Jateng

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler