Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Palang perlintasan ini boleh dibilang istimewa dan bisa dicontoh daerah lain. Pasalnya, palang perlintasan ini dibangun oleh Pemkab Sragen dengan dana APBD. Tak hanya itu, honor penjaga perlintasan juga dibiayai oleh Pemkab Sragen.

Pembangunan palang pintu perlintasan itu dilakukan untuk menekan terjadinya kecelakaan. Seperti diketahui, perlintasan di Bedowo memang dikenali lokasi rawan kecelakaan KA. Banyak warga yang mengalami kecelakaan di perlintasan yang sebelumnya tak berpalang itu.

Baca juga: Anak Sekolah di Sragen Pakai Motor Dinas Orang Tua, Ini Respon Bupati

Melansir dari Solopos.com, palang pintu perlintasan dan pos penjagaan di Bedowo tersebut dibangun dengan dana Rp 199 juta dari APBD Perubahan 2022. Bentuk dan fasilitas palang pintu perlintasan itu persis seperti palang pintu milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Penjagaan perlintasan itu diserahkan kepada empat penjaga yang digaji sesuai standar upah minimum kabupaten (UMK) Sragen. Empat penjaga itu bekerja secara bergantian dengan sistem sif pagi, siang, dan malam.

Peresmian palang perlintasan itu dilakukan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dengan pemotongan pita didampingi Kades Jetak, Siswanto. Setelah pemotongan pita, Bupati juga mencoba untuk memencet tombol untuk membuka palang pintu perlintasan KA yang diikuti suara sirine.

Di saat yang bersamaan kebetulan ada dua KA yang lewat. Yakni, KA penumpang dari arah barat dan KA tangki dari arah timur.

”Ini perlintasan KA pada ruas jalan Bedowo-Pucung. Perlintasan ini sempat meresahkan warga karena banyaknya kasus kecelakaan KA sehingga harus dijaga 24 jam. Saya mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar berhati-hati. Jangan sampai ada kecelakaan KA lagi,” ujar bupati.
Bupati menyatakan, palang pintu perlintasan sebidang KA merupakan satu-satunya palang pintu perlintasan KA yang dibiayai 100 persen dari APBD Sragen.Honor penjaganya juga dari APBD. Petugas penjaganya sudah diikutkan diklat khusus untuk penjagaan palang pintu perlintasan KA.Dia menjelaskan palang pintu perlintasan KA itu awalnya dikelola desa dan honornya patungan dari tokoh masyarakat dan warga sekitar. Pengoperasian palang perlintasan juga dulunya masih manual.”Pembangunan pos jaga dan palang pintu itu juga diikuti dengan pembangunan jalan dengan dana Rp 566 juta dan tambal sulam. Jadi saya pulang ga gronjal lagi,” ujarnya.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler