Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Karena itu, jenazah warga Dukuh Winong RT 21 RW 7, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen diberikan ke keluarga untuk dimakamkan.

”Keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan sanggup membuat surat pernyataan. Keluarga korban menerima meninggalnya nenek-nenek itu karena musibah,” kata Iptu Ari seperti dikutip Solopos.com, Jumat (15/12/2022).

Ia menjelaskan, Tim Identifikasi Polres Sragen dan tim Puskesmas Jenar sempat melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah nenek Rijem tersebut usai ditemukan. Pemeriksaan juga dilakukan di rumah duka.

Baca: Nenek di Sragen Ditemukan Tewas di Sungai, Ada Sejumlah Luka

Dari hasil pemeriksaan itu, diketahui Nenek Rijem mengalami luka lecet pada tangan kanan, luka benturan terbuka pada kepala, luka memar diduga benturan batu di bagian mata kanan dan kiri, hingga luka lecet di dagu, pelipis, dan kaki.

”Tapi karena keluarga menolak autopsi dan sudah menerimakan kita tidak bisa memaksa,” tegasnya.

Sebelumnya, warga Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar dibuat gempar dengan temuan mayat seorang nenek yang tersangkut di sungai Dukuh Terso, desa setempat, Kamis (15/12/2022) petang.

Setelah diidentifikasi, mayat tersebut diketahui bernama Rijem (75) warga Dukuh Winong RT 21 RW 7, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen. Saat dievakuasi, petugas menemukan sejumlah luka.

Kasi Humas Polres Sragen Iptu Ari Pujiantoro mengatakan, temuan mayat tersebut diketahui oleh seorang pemancing di sekitar lokasi.
Baca: Anak dan Menantu di Temanggung Tega Bunuh dan Gantung Ibu Kandung, Ngakunya Dapat Bisikan Gaib”Awalnya, dua warga hendak memancing ikan di sekitar sungai. Setibanya mereka di pinggir sungai, salah satu warga melihat ada benda yang tersangkut di carang atau sampah ranting bambu,” katanya.Ia menyebutkan, saat ditemukan warga menduga sosok mengapung tersebut merupakan mayat seseorang. Mendapati hal tersebut, keduanya langsung melapor kepada ketua RT setempat.”Kemudian oleh ketua RT dilaporkan ke Polsek Jenar. Dari situ mayat tersebut diketahui sebagai warga Desa Dawung,” jelas Ari.Iptu Ari juga mengakui, saat diperiksa jenazah tersebut terdapat sejumlah luka. Hanya saja, pihak keluarga menolak untuk melakukan autopsi.”Dari pemeriksaan luar memang ada sejumlah luka, ada memar dan luka terbuka di kepala. Tapi keluarga tidak menghendaki autopsi. Jadi jenazah kita serahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” tambahnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler