Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Cahyono Widodo, mengatakan dari hasil pendataan Dinkes total ada 74 warga yang mengalami keracunan. Ada yang menjalani rawat inap serta ada yang menjalani rawat jalan.

Mereka melakukan pemeriksaan di puskesmas, rumah sakit, serta fasilitas kesehatan swasta. Rata-rata mereka mengalami gejala sakit perut, diare, serta ada yang muntah.

Sebagian warga yang sempat menjalani rawat inap kondisi mereka sudah membaik dan mulai pulang ke rumah masing-masing.

Baca: Alami Keracunan Makanan? Ini Obat Medis dan Alami untuk Mengatasinya

”Sebagian sudah ada yang pulang. Di puskesmas sudah ada tujuh yang pulang tinggal dua orang. Yang lainnya masih kami lakukan pengecekan,” kata Cahyono seperti dikutip Solopos.com, Rabu (21/12/2022).

Cahyono menjelaskan sampel makanan yang disajikan saat acara pengajian itu sudah dikirimkan ke laboratorium di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.
”Kami belum tahu dugaan penyebabnya karena apa. Karena semua yang dikonsumsi sama. Nanti dilihat dari hasil laboratorium seperti apa,” kata Cahyono.Subkoordinator Surveilans Karantina Kesehatan dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten, Mentes Hartanti, menjelaskan sampel makanan yang diduga disantap warga yang mengalami keracunan dikirim ke laboratorium untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan yang membahayakan kesehatan.Pemeriksaan diperkirakan selesai dalam rentang sepekan. Pasalnya, pemeriksaan laboratorium itu menggunakan sejumlah parameter. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler