Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurut Gibran, perdamaian antara dua kubu yang bertikai di internal Keraton Solo sedikit terlambat. Pasalnya rekonsiliasi terjadi saat APBN maupun APBD 2023 sudah digedok.

Akibatnya, rencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya untuk merevitalisasi Keraton pun tak bisa ditindaklanjuti karena anggarannya sudah dialihkan untuk kebutuhan lain.

Baca: Akhiri Konflik Keraton Solo, Gusti Moeng Minta Maaf ke PB XIII

”Maaf. Semuanya serbatelat. Mulai dari nol lagi enggak masalah,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com.

Sebelumnya, pada Agustus 2021 lalu, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, sempat berkunjung ke Keraton Solo untuk melihat kondisi bangunan cagar budaya itu.

Kunjungan itu sebagai tindak lanjut pengajuan bantuan revitalisasi sejumlah bangunan oleh Mahamenteri Keraton Solo KGPHPA Tedjowulan pada 2018. Detail engineering design (DED) sudah disusun saat itu yang menelan anggaran sekitar Rp 2 miliar.

Dalam revitalisasi itu, setidaknya ada 17 bangunan atau bagian bagian bangunan yang diajukan ke Kementerian PUPR. Di antaranya ada Dalem Sasana Mulya, Panggung Sangga Buwana, Sitihinggil, Pagelaran, Alun-Alun Utara dan Selatan.

Baca: Soal Gegeran di Keraton Solo, Ganjar: Mbok Duduk Bareng

Total anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi belasan bangunan itu diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, kondisi internal Keraton Solo saat itu yang masih terbelit konflik membuat pemerintah gamang untuk mengucurkan dana.Kini, dua kubu yang bertikai yakni Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo GKR Wandansari alias Gusti Moeng dan PB XIII sudah berdamai setelah bertemu pada Selasa (3/1/2023) sore.Sayangnya perdamaian itu terjadi setelah APBN dan APBD 2023 digedok sehingga tidak mungkin mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi Keraton Solo.Gibran Rabu (4/1/2023) sempat mengundang keluarga Keraton Solo untuk pertemuan sekaligus makan siang di Loji Gandrung. Dalam pertemuan itu, Gibran menyampaikan visi serta prioritas pembangunan Pemkot Solo kepada keluarga Keraton.”Saya sampaikan juga, ini sudah 2023 tanggal 4 Januari, artinya semua (anggaran) sudah digedok. Nanti bisa dibicarakan lagi karena sudah digedok semua, sudah dialokasikan semua,” jelasnya.Ia menjelaskan Pemkot Solo akan mencari solusi pendanaan dengan mencarikan investor baru atau sumber dana hibah lainnya. Yang jelas, Gibran menegaskan tidak ingin jika setelah direvitalisasi bangunannya menjadi bagus, keluarga Keraton Solo berkonflik lagi. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler