Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kades Joton, Aris Gunawan mengatakan UGR sebesar Rp 8 miliar tersebut diperoleh dari dua lokasi lahan yang berbeda. Kedua lokasi tersebut diketahui berada di Desa Joton dan Desa Dompyongan.
”Jadi Pak Slamet ini untuk tol yang di sini (Desa Joton) dapat Rp 5,5 miliar dan di Desa Dompyongan dapat Rp 2 sekian miliar. Jadi sekitar Rp 8 miliar," katanya di sela penyerahan UGR seperti dikutip Detik.com, Rabu (11/1/2023).
Baca: Jadi Miliader Baru, Buruh Garmen di Klaten Terima Ganti Rugi Tol Solo-Yogya Sebesar Rp 2,5 Miliar
Ia menjelasakan, kakek Slamet memang dikenal sebagai petani tulen yang sangat tekun. Sehari-hari, ia selalu ke sawah dan menjalani pekerjaan sebagai petani.
”Kadang jika ada warga menyewakan tanah dan masih kuat, Slamet tetap menggarap sawah. Ia juga menyewa tanah meskipun juga punya sawah. Yang di sini yang kena tol pekarangan tetapi sudah membangun rumah,” jelasnya.
Slamet mengaku akan menggunakan sebagian uang tersebut untuk membeli tanah. ”Ajeng ngge tumbas sabin (mau buat beli sawah),” kata Slamet yang nampak masih bingung.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



