Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Banjir tersebut diduga kuat imbas dari daerah hulu Sungai Ngelegung yang diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi. Hal ini membuat warga panik lantaran lokasi banjir tak ada hujan.

Anggota sukarelawan SAR Bumi Serasi, Koko Qomarulloh, mengatakan banjir disebabkan karena debit air Sungai Ngelegung yang tinggi setelah kawasan Gunung Telomoyo diguyur hujan deras pada pukul 13.30 WIB.

”Hujan dari daerah atas. Kalau daerah bawah enggak hujan. Tahu-tahu sudah meluap besar sekali. Luapan (air) dari sungai ini biasanya langsung mengarah ke Rawa Pening,” kata Koko seperti dikutip Solopos.com, Kamis (19/1/2023).

Baca: Banjir Bandang Terjang Perumahan Dinar Indah Tembalang, Segini Ketinggiannya

Kendati demikian, banjir yang menggenangi ratusan rumah warga di Banyubiru Kabupaten Semarang itu tak berlangsung lama. Banjir bahkan sudah mulai surut sore tadi.

Personel BPBD Kabupaten Semarang dan Damkar Kabupaten Semarang juga sudah bisa melakukan pembersihan lumpur yang masuk ke rumaah warga.

”Dari BPBD dan Damkar akan membantu bersih-bersih sampai malam, sampai selesai,” jelasnya.
Seorang warga RT 2 RW 9 Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Ismadi, mengaku desanya memang menjadi langganan banjir. Namun, kali ini banjir tersebut cukup besar padahal di wilayahnya hanya diguyur hujan dengan intensitas kecil.Baca: Terseret Arus Banjir Bandang, Warga Grobogan Ditemukan Meninggal di Sungai”Hujan deras dari Telomoyo, kalau daerah Ngendo itu karena di jembatan banyak kayu yang menghalangi aliran air sungai. Akibatnya, air sungai meluap ke sawah, dan masuk ke rumah warga,” ungkapnya.Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir di kawasan Banyubiru, Kabupaten Semarang ini. Meski demikian, ratusan rumah warga di empat RT terdampak banjir. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler